Rabu, 17 Juni 2015


 
PROPOSAL

PEMBELIAN HAK PATEN LAMPU XENON

PT. CANTIKA PURNAMA INDAH

I.                   Latar Belakang

 

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan tuntutan komersial. Kami, PT. Cantika Purnama Indah ingin mengembangkan industri lampu dengan teknologi Lampu Xenon dari penelitian mahasiswa ITD (Institut Teknologi Duri) yang sesuai kualifikasi dengan kami berikan untuk memenuhi tuntutan dari segala aspek. Maka dari itu kami akan mengalokasikan dana dalam pembelian hak paten Lampu Xeno untuk merealisasikannya.

 

II.                Tujuan

 

1)      Mengembangkan dan menghargai inovasi anak bangsa.

2)      Membantu masyarakat dalam memiliki teknologi penerangan mutakhir yang murah, hemat dan efisien.

3)      Meluaskan industri lampu PT. Cantika Purnama Indah melalui teknologi lampu ramah lingkungan, atas tuntutan komersial.

4)      Mencari sumber laba sebesar-besarnya.

 

III.             Kegiatan

 

1)      Pelaksanaan kegiataan

 

Pertemuan pihak PT. Cantika Purnama Indah dan Mahasiswa Institut Teknologi Duri serta persetujuan dan penandatanganan kontrak yang akan dilaksanakan pada :

 

            Tanggal           : Senin, 13 Nopember 2014

            Waktu             : 09.00 – selesai

            Tempat            : Starbucks Cafe, Jln. Sudirman no. 7 Duri, Riau

 

IV.             Susunan Perwakilan

 

a.       Perwakilan Mahasiswa Institut Teknologi Duri

-          Lily Yudhoyono

-          Rahul Simatupang

-          Rangga Anugrah

 

b.      Perwakinkan PT. Cantika Purnama Indah

-          Budiarti Ninggritwati

-          Joko Samelan

 

V.                Dana

 

1)      Sumber :

a.       Laba PT. Cantika Purnama Indah pada periode triwulan pertama tahun 2014 @ Rp 700.000.000,-

 

2)      Alokasi :

a.       Bantuan dana dari PT. Kaca Indonesia memantu dalam proses pembuatan kaca lampu efektif. @ Rp 300.000.000,-

Keterangan : Semua kelebihan dana dalam negosiasi akan dikembalikan ke khas perusahaan.

VI.             Penutup dan Pengesahan

 

Demikianlah proposal ini kami ajukan kepada Mahasiswa Institut Teknologi Duri untuk memberikan gambaran mengenai kagiatan pembelian hak paten oleh PT. Cantika Purnama Indah, agar harapan kami agar kegiatan ini dapat dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan. Untuk itu, dukungan materil maupun moril dari segala pihak sangat kami harapkan. Semoga kita dapat bekerja sama untuk menyukseskan acara ini sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Atas perhatian dan kerjasama Anda, kami ucapkan terimakasih.

 

                                                                                                      Hormat kami,

 

Perwakilan Mahasiswa,                                                                       Sekretaris,

 

 

    Rangga Anugrah                                                                         Joko Samelan

                                                    Mengetahui,

      Perwakilan PT. Cantika Purnama Indah

 

                     Budiarti Ninggritwati

 

Selasa, 16 Juni 2015


Teknologi Lampu Xenon

 

3 Mahasiswa Intstitut Teknologi Duri (ITD) yang terkemuka telah menemukan lampu hemat energi yang dibuat dari Xenon yang bisa menyala selama 50 tahun. Seorang pengusaha yang bernama Budiarti memiliki perusahaan lampu nasional, PT Cantika Purnama Indah / PT CPI, ingin membeli teknologilampu Xenon tersebut untuk dipasarkan secara komersial agar berguna bagi semua masyarakat.

Joko sebagai asisten Budiarti, menjadwalkan pertemuan di Cafe pada hari senin.

 

Joko : “Selamat sore! Apakah anda para mahasiswa ITD?”

Lily : “Selamat sore, Pak! Iya kami perwakilan ITD, Apakah anda Bpk. Joko?”

Joko : “Iya, dengan saya sendiri, saya mengumpulkan anda disini untuk menemukan anda dengan CEO PT CPI Ny. Budiarti untuk membahas tentang pembelian teknologi temuan anda.”

Rangga : “Iya, tadi sudah mendapat surat undangan langsung dari Ny. Budiarti, sepertinya perusahaan anda sangat meminati teknologI Lampu Xenon® kami.”

Joko : “Iya benar sekali, itu penemuan yang luar biasa! Oh sepertinya itu Nyonya datang. Halo, selamat malam Ny. Budiarti, silahkan duduk.”

Budiarti : “Terima kasih, Joko, tolong ambilkan dokumen surat kontrak dan buku cek saya, jangan lupa pena-nya!”

Joko : “Siap Nyonya!”

Rahul : “Jadi Nyonya, apakah benar anda tertarik dengan teknologi Lampu Xenon® kami?”

Budiarti: “Iya itu benar,saya terkesima dengan penemuan anda,bahwa lamou yang bisa bertahan selama 50 tahun itu sangat mengesankan dan inovatif.”

Rangga : “Iya, proyek itu kami kerjakan selama 6 semester dan hasilnya sangat memuaskan.”

Joko : “Ini Nyonya, semua dokumen – dokumennya dan buku cek anda.”

Budiarti : “Baiklah, mari kita mulai negosiasi pembelian hak paten teknologi anda.”

Lily : “Kami mematok teknologi tersebut sekitar Rp 1.200.000.000,- sebagai biaya riset kami.”

Rahul : “Kami juga menuntut loyalti sekitar 10% setiap unit yang terjual yang akan masuk ke rekening ITD sebagai biaya operasional.”

Budiarti: “Baiklah,mari kita rencanakan ulang. Bagaimana dengan Rp 700.000.000,- dan 6% per unit untuk loyaltinya? Kita harus mencari jalan tengah.”

Joko : “Betul, ditambah teknologi anda masih experimental. Belum dibuktikan secara komersial.”

Rangga : “Oh maaf, tidak bisa Nyonya, Bapak. Itu bukan merupakan jalan tengah. Karena semua sudah dibuktikan di International Science Fair di Hamburg, Jerman dimana kami juara 1.”

Rahul : “Karena itulah kami menuntut hak kami. Kita ambil jalan tengah yang sebenarnya, pagiamana kalo biaya riset Rp 1.000.000.000,- dan loyalty sekitar 7% , ini adalah penawaran terakhir untuk anda, harap dipikirkan baik baik.”

Joko : “Wah, besar sekali loyalty yang ada minta.”

Lily : “Iya pak, karena ini merupakan inovasi yang perlu diapresiasi, khususnya ITD yang telah membimbing kami.”

Joko : “Hmm..Menurut saya itu merupakan harga yang pas diiringi dengan peluang pasar juga perkembangan ekonomi kita yang memiliki tuntutan listrik masyarakat yang membutuhkan lampu. Menurut Nyonya bagaimana?”

Budiarti : “Betul sekali, saya setuju dengan harga ini. Baiklah kita akan menjalan kontrak ini selama 10 tahun sebelum perpanjangan kontrak, ini akan saya buat cek anda.” (Menuliskan cek dan memberikannya kepada Rahul).

Rahul : “Terima kasih banyak Nyonya, semoga kerjasama ini dapat terus berlangsung untuk waktu yang lama.”

Joko : “Aamiin, dan produksi ini akan dimulai minggu depan, disaat itu kalian sudah bisa loyalty.”

Budiarti : “Tetaplah berinovasi untuk bangsa adik – adik!”

Lily : “Baiklah Nyonya, kami akan kembalik ke kampus. Terima kasih lagi atas kerjasamanya, dan minggu depan kita lakukan rapat perdana.”

Joko : “Sama – sama, hati – hati di jalan!”

Rangga : “Assalamualaikum.”

Budiarti : “Waalaikumusalam.”

 

Budiarti (Pengusaha) : Dian Budiarti

Joko (Asisten) : Adjie Variananda Sukarno

Lily (Mahasiswa 1) : Liza Rizki Amalia

Rahul (Mahasiswa 2) : Muhammad Reza Alfajri

Rangga (Mahasiswa 3) : Naufal Murtadza


X MIA 1

Merupakan Presentasi untuk seminar "Perkenalan Dasar Fotografi"
Credit : Chevron Photography Club
Merupakan Presentasi Pengenalan Dasar Fotografi dimana pembaca bisa mengenal tentang komponen dalam membuat sebuah fotografi mulai dari penjalasan Kamera, Pencahayaan, Shutter, Cara memfoto yang benar, dll.




Berikut adalah beberapa contoh teks anekdot :

 

TENGKORAK MUSA.

 

Seorang turis sedang berkunjung ke Yerussalem.
Seorang Yahudi menawarkan kepadanya sebuah tengkorak.
"Tuan, ini tengkorak kepala Musa, harganya Cuma 100 dollar."
"Tidak!!", jawab turis itu,"terlalu mahal".
"Bagaimana kalau yang ini?!", katanya sambil Memperlihatkan tengkorak yang lebih kecil,
"Hanya 50 dollar".
"Tengkorak siapa ini???
"Ini kepala Musa semasa kecil".
"Hah…??!!!"

 

TIANG BENDERA.


Seorang Bupati memerintahkan satpam untuk mengukur tiang bendera.
Bupati: ”Satpam, coba ukur tiang bendera itu, berapa meter tingginya??”
Satpam: ”Siap, Pak!!” (sambil membawa tali, dia memanjat tiang bendera.)
Bupati: ”Nanti kamu jatuh kalau memanjat begitu. Kan bisa kamu robohkan lalu kamu ukur.”
Satpam: "Kalau dirobohkan dulu baru diukur… Itu bukan tingginya, Pak?! Tetapi panjangnya.."
Bupati: (Agak dongkol.)

 

PENGALAMAN 20 TAHUN.

 
Seorang karyawan senior mengeluh pada direkturnya, bahwa dia telah mendapat banyak pengalaman selama bertugas 20 tahun.., tapi kedudukannya dilompati oleh karyawan muda yang belum lama bertugas....direktur itu menjawab "Sebenarnya yang anda miliki adalah pengalaman setahun... tapi berulang-ulang duapuluh kali......"

 

DAFTAR PUSTAKA


Sarwono. “Contoh Anekdot Islami”.14 Januari 2015. http://metonomia.blogspot.com/2013/07/contoh-anekdot-islami.html.




Kebudayaan Suku Jawa (Presentasi .ppt), dari slide ini anda bias mengenal lebih detail mengenai Suku Jawa. Merupakan Tugas Seni Budaya Kelas X SMA


Jumat, 27 Maret 2015


Laporan Penelitian
Jamur Pada Roti
 
 
 
 
 
 
 
 
Nama : Naufal Murtadza
NISN : 9981526643
Kelas : X MIA 1
 
SMAS Cendana Mandau
TP 2014/2015
 
 
 
KATA PENGANTAR
 
 Assalam'mualaikum wr.wb
            Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena dengan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya bisa membuat dan menyelesaikan makalah penelitian ini dengan baik, Alhamdulillah. Saya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Guru Biologi saya yaitu Ibu Wiselmi yang telah membimbing saya agar dapat mengerti dan dapat melaksanakan penelitian ini.
          Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk menyelesaikan tugas semester “Metode Ilmiah” dimana saya memilih penelitian “Jamur pada Roti” dan agar pembaca dapat lebih memahami, mengerti dan menambah ilmu pengetahuan tentang membuat makalah metode ilmiah maupun pengetahuan terhadap jamur, berikut makalah yang saya sajikan dari berbagai sumber baik itu dari sumber internet , buku , dan pemikiran saya sendiri.
               Penelitian ini sebagai acuan atas pemahaman kita terhadap materi pelajaran yang diberikan selama satu semester ini. Dan semoga dengan penelitian ini mampu menambah kemampuan kami dalam meningkatkan ketelitian. Meskipun makalah ini mempunyai kekurangan dan kelebihan, sebelumnya saya minta maaf dan saya memohon kritik dan saran dari para pembaca ataupun pendengarnya. Terima Kasih.
 
 
 
Duri, 22 November 2014
 
 
____________________
Penulis                
 
 
 
 
 
DAFTAR ISI
 
Judul. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . …… . ……….. . .1
Kata Pengantar. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ……………. . . . … 2
Daftar Isi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ………………. 3
BAB I    Pendahuluan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . …….. . ……………. . . 4
A. Tujuan Penelitian. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ………………. . .  4
B. Rumusan Masalah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ……………….. . . . .4
C. Hipotesis. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ……………….. . . . . . . . . 4
BAB II        Dasar Teori. . . . . . . . . . . . . . . . . … . . . . . . . . . . . …….……… . .4
BAB III        Metode Penelitian. . . . . . . . . . . . . . . ... . . . . …………... . . . . 6
A. Variabel. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ……………….. . . . .6
B. Alat dan Bahan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . ……………….7
C. Langkah Kerja. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . ………………… .7
D.Laporan Harian Kerja Penelitian………………………………………8
BAB IV        Hasil dan Pembahasan. . . . . . . . . .. . . . . . .  . …………… . . 14
A. Tabel Pengamatan. . . . . . . . . . . . . . . . . .  . ……………... . . .14
B. Pembahasan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ……………... . . . 15
BAB V        Kesimpulan. . . . . . . . . . . . . . . . . . ... . . . . . . . . …………... . .15
A. Kesimpulan.. . . . . . . . . . . . ………………. . . . . . . . . . .  . . . .  15
B. Saran. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . ……………….. . .  15
BAB VI………………………………………………………………………………….……….15
Daftar Pustaka. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .16
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB I
PENDAHULUAN
 
A.TUJUAN  PENELITIAN
1.       Untuk mengetahui jenis – jenis jamur yang tumbuh pada roti.
2.       Untuk mengetahui pengaruh kelembaban terhadap pertumbuhan jamur pada roti.
3.       Untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan jamur pada roti tawar.
 
B.RUMUSAN MASALAH
·         Apakah kelembaban mempengaruhi pertumbuhan jamur  pada roti ?
 
C.HIPOTESIS
·         Ada pengaruh kelembaban terhadap pertumbuhan jamur pada roti.
 
BAB II
DASAR TEORI JAMUR
A.CIRI MORFOLOGI JAMUR
Bentuk jamur mirip dengan tumbuhan, tetapi tidak memiliki daun dan akar yang sejati, dan juga tidak mempunyai klorofil sehingga dia tidak dapat melakukan fotosintesis. Oleh karena itu, jamur diklasifikasikan tersendiri karena tidak dapat digolongkan dalam tumbuhan ataupun hewan.
          Pada umumnya jamur mempunyai sel banyak ( multiseluler ) misalnya jamur merang dan jamur tempe, tetapi ada juga yang bersel tunggal ( uniseluler ) seperti ragi atau yeast/saccharomyces. Jamur multiseluler tersusun atas benang – benang yang disebut hifa.
          Jalinan atau kumpulan hifa akan membentuk suatu miselium dan miselium yang tumbuh menyebar di atas substrat dan berfungsi sebagai penyerap makanan dari lingkungan. Makanan yang diserap jamur adalah makanan yang masih berbentuk senyawa – senyawa kompleks akan diuraikan terlebih dahulu di luar sel jamur, yaitu dengan menghasilkan enzim – enzim hidrolitik ekstraseluler. Makanan jamur bisa berasal dari sumber – sumber seperti tanah subur, produk makanan buatan pabrik, tumbuhan dan hewan. Jamur memiliki haustorium yaitu suatu hifa yang khusus digunakan untuk menyerap sari – sari makanan tempat jamur tersebut hidup.
 
B. CIRI FISIOLOGI JAMUR
          Jamur lebih tahan hidup dalam keadaan alam sekitar yang tidak menguntungkan dibanding dengan jasad – jasad renik lainnya. Jamur dapat tumbuh pada suhu yang luas dari suhu yang mendekati 0ºC sampai 37ºC.
 
C.JENIS – JENIS JAMUR YANG DAPAT TUMBUH PADA ROTI
 
1.   Penicilium
 
Jamur ini hidup secara saprofit kadang – kadang dijumpai pada roti, kentang, kacang, atau makanan busuk lainnya. Konidianya berwarna hijau kebiruan.
Penicilium berkembang biak secara vegetatif dengan membentuk konidia. Konidia dibentuk pada ujung hifa. Hifa yang membawa konidia disebut konidiofor.
 
 
2.  Zygomycota
 
     Jamur ini dinamakan Zygomycota karena membentuk spora istirahat berdinding tebal yang disebut Zigospora. Zygomycota berhabitat di darat, di tanah, atau pada sisa organisme mati. Zygomicota merupakan kelompok utama yang penting untuk membentuk mikoriza ( simbiosis jamur dengan akar tanaman ). Anggota Zygomycota terutama adalah jamur yang hidup sebagai saprofit.
 
     Zygomycota memiliki miselium yang bercabang banyak dan tidak bersekat-sekat. Hifanya bersifat senositik. Septa ditemukan hanya pada saat sel bereproduksi. Salah satu contoh Zygomycota yang penting adalah Rhizopus stolonifer. Jamur ini biasanya tumbuh pada roti dan makanan lain.   
 
3. Aspergillus
   
      Aspergillus hidup sebagai saproba pada bermacam-macam benda organik (seperti pada roti, daging yang sudah diolah, butiran padi-padian, dan kacang-kacangan). Koloninya berwarna abu-abu, hitam, kuning, atau coklat. Aspergillus hidup subur pada lingkungan yang lembab kurang cahaya matahari.
 
D. PERTUMBUHAN DAN REPRODUKSI
 
          Reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Secara aseksual, jamur menghasilkan spora. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler, tetapi adapula yang multiseluler. Apabila kondisi habitat sesuai, jamur memperbanyak diri dengan memproduksi sejumlah besar spora aseksual. Spora aseksual dapat terbawa air atau angin. Bila mendapatkan tempat yang cocok, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi jamur dewasa.
          Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami, yaitu persatuan sel dari dua individu. Singami terjadi dalam dua tahap, tahap pertama adalah plasmogami (peleburan sitoplasma) dan tahap kedua adalah kariogami (peleburan inti). Setelah plasmogami terjadi, inti sel dari masing-masing induk bersatu tetapi tidak melebur dan membentuk dikarion. Pasangan inti dalam sel dikarion atau miselium akan membelah dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Akhimya inti sel melebur membentuk sel diploid yang segera melakukan pembelahan meiosis.
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjox9vUI7LA5cx-aF0Gc4Tb3ikUGas4oFKrU6CBN_wJq51mWpqpYql0BdRkLqTxrBJ-_Ig1rijkCTbZqsoN8Hr0ob7DlM4M72t8MZugITC5paraczGfgXVGRlKytxPBZcu99OyUFF4pSrA/s1600/%2540jamur+roti.jpg
 
BAB III
METODE PENELITIAN
A. VARIABEL
 
1.    Variabel Bebas
Kelembaban roti dari air yang diberikan terhadap roti, tidak diberikan terhadap roti ataupun roti yang dikeringkan.
 
2.    Variabel Kontrol
1.       Jenis roti yang dipakai.
2.       Ukuran roti yang sama.
3.       Udara yang ditutup plastic.
4.       Suhu ruangan (22-250C)
 
3.    Variabel Terikat
Perbedaan pertumbuhan jamur pada roti.
 
B. ALAT DAN BAHAN:
- Alat:
1.       Gunting
2.       Kertas
3.       Spidol/pena
4.       Kamera
5.       Pemanggang roti (toaster)
 
-Bahan:
A.      Roti tawar 3 potong.
B.      Plastik penutup makanan.
C.      3 buah kontainer/kotak
D.      50 ml air
   
C. LANGKAH KERJA:
1.       Siapkan alat dan bahan.
2.       Panggang Roti A sampai kelmbabannya mendekati 0%
3.       Biarkan Roti B
4.       Beri (tetesi ataupun basahi) sekitar 50ml air pada roti C
5.       Letak roti pada masing masing container
6.       Tutup kontainer menggunakan plastik dengan rapat.
7.       Beri label pada roti dan tulis keterangannya ( Roti A, B, C dan keterangan kelembaban)
8.       Kemudian ambil gambar dari ketiga roti sehari sekali.
9.       Letakkan ketiga roti pada tempat yang kering dan suhu ruangan (tidak teralalu panas ataupun dingin dan tidak ada pengaruh kelembaban luar).
10.   Biarkan selama ± 1 minggu (dalam penelitian ini 9 hari)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
D.LAPORAN HARIAN KERJA PENELITIAN


1 November 2014
Roti A (Kering)
 
 
 
A.      Belum Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.
B.      Belum Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.
C.      Belum Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.


Roti B (Normal)
Roti C (Lembab)
 
 
 
 
 


2 November 2014
Roti A (Kering)
 
 
 
Ketetrangan:
A.      Belum Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.
B.      Belum Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.
C.      Mulai muncul bintik hijau(jamur)


Roti B (Normal)


Roti C (Lembab)


 

 

 

 

 

3 November 2014

Roti A                                    Roti B                    Roti C


 

Ketetrangan:

A.      Belum Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.

B.      Belum Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.

C.      Bintik Hijau (jamur) semakin banyak dan muncul benang Hifa.

 

4 November 2014

Roti A                                                    Roti B                    Roti C


 

Keterangan:

A.      Tidak Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.

B.      Tidak Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.

C.      Jamur dan benang hifa semakin meluas.

 

 

 

 

 

5 November 2014

Roti A                                                    Roti B                    Roti C


 

Keterangan:

A.      Tidak Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.

B.      Tidak Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.

C.      Jamur dan benang hifa semakin meluas.

 

6 November 2014

Roti A                                                    Roti B                    Roti C


 

Keterangan:

A.      Tidak Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.

B.      Tidak Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.

C.      Jamur dan benanghampir menutupi sebagian dari permukaan roti tawar.

 

7 November 2014

Roti A                                                    Roti B                    Roti C


 

Keterangan:

A.      Tidak Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.

B.      TIdak Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.

C.      Jamur dan benang hifa semakin meluas.

 

8 November 2014

Roti A                                    Roti B                    Roti C


 

Keterangan:

A.      Tidak Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.

B.      Tidak Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.

C.      Pertumbuhan/perluasanan jamur melambat.

 

9 November 2014

Roti A                                                    Roti B                    Roti C


 

Keterangan:

A.      Tidak Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.

B.      Tidak Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.

C.      Pertumbuhan/perluasanan jamur melambat.

 

10 November 2014

Roti A                                                    Roti B                    Roti C


 

Keterangan:

A.      Tidak Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.

B.      Tidak Ada tanda – tanda pertumbuhan jamur.

C.      Jamur dan benang hifa menutupi sebagian besar roti tawar.

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.      Hasil Pengamatan

 

Roti
Foto
Lama penyimpanan
Kelembaban
Permukaan atas yang ditutupi jamur
Warna Jamur yang muncul
A
(kering)
1 Nopember 2014 - 10 Nopember 2014 (foto diambil pada hari terakhir)
Hampir 0%
0%
-
B
(normal)
Normal (tidak diberi tindakan)
0%
-
C
(lembab)
TInggi (diberi 50ml air)
>60%
Putih (benang hifa) dan hijau

 

 

 

 

 

B.   Pembahasan

                  

          Dari hasil  tabel pengamatan di atas, kita dapat mengetahui bahwa roti tawar  A yang telah dikeringkan, tidak diberi air dan kelembabannya mendekati 0% tidak muncul satu pun jamur. Roti B yang tidak dikeringkan namun dibiarkan saja tanpa ada air (untuk menambah kelembaban) , juga tidak ada tanda – tanda munculnya jamur. Jika diperhatikan pada Roti C yang telah diberi 50ml air sehingga kelembabannnya tinggi, Jamur muncul hamper diseluruh permukaan roti, sekitar >60% permukaannya. Jamur yang muncul pada roti C adalah jamur – jamur yang berwarna Hijau dan putih.

 

BAB V

KESIMPULAN

A. Kesimpulan

          Dari hasil tabel pengamatan dan pembahasan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa roti tawar yang memiliki kelembaban yang lebih tinggi, lebih banyak ditumbuhi berbagai jenis jamur. Jenis jamur yang muncul di masing- masing roti yaitu jamur yang berwarna hijau (Penicilium). Sedangkan roti tawar yang tidak diberi tindakan masih dapat bertahan dari jamur karena bantuan pengawet dan roti tawar yang dikeringkan dapat tahan lebih lama lagi karena kondisinya yang tidak memungkinkan untuk pertumbahan jamur. Jadi hipotesis yang telah dinyatakan sebelumnya merupakan hipotesis alternative. Bahwa ada pengaruh kelembaban terhadap pertumbuhan jamur.

 

B. Saran

B.      Sebaiknya roti yang kita gunakan jangan sampai terkena air atau diletakkan di tempat yang lembab, karena pertumbuhan jamur dipengaruhi oleh air (kelembaban).

C.      Sebaiknya roti jangan terlalu sering dipegang atau ditekan, agar tidak menghambat pertumbuhan jamur.

D.      Simpan roti pada tempat tertutup ataupun kulkas agar roti lebih tahan lama.

E.       Roti dapat dikeringkan(dipanggang) agar lebih awet.

 

BAB VI

PENUTUP

Demikianlah yang dapat saya sampaikan mengenai laporan penelitian “Jamur pada Roti” yang menjadi bahasan dalam makalah ini, tentunya banyak kekurangan dan kelemahan kerena terbatasnya pengetahuan kurangnya rujukan atau referensi yang saya peroleh hubungannya dengan makalah ini. Sayabanyak berharap kepada para pembaca yang budiman memberikan kritik saran yang membangun kepada saya demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis para pembaca khusus pada penulis. Aamiin. Terima Kasih.

Wassalamualaikum wr. wb.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Kiky, Sheila.” Penelitian Jamur pada Roti Tawar “. 22 Nopember 2014. http://kikyshela.blogspot.com/2012/11/penelitian-jamur-pada-roti-tawar.html.

Anonymous.” Mengapa Roti Berjamur? Penyebab Jamur pada Roti “. 22 Nopember 2014. http://www.amazine.co/14555/mengapa-roti-berjamur-penyebab-jamur-pada-roti/.

Cokroaminoto.” Penyajian Data Dalam Penelitian” 22 Nopember 2014. http://www.menulisproposalpenelitian.com/2010/03/penyajian-data-dalam-penelitian.html?m=0

Elyana, Risky.”Kingdom Jamur / Fungi”.22 Nopember 2014http://risky-elyana.blogspot.com/2011/11/kingdom-jamur-fungi.html

Pujiyanto, Sri. & Ferniah, Rejeki Siti.2013.”Menjelajah Dunia Biologi 1”. Solo: Tiga Serangkai.